JUST ONCE (OneShoot)

Published November 19, 2012 by kyuyoungknight

Tittle: Just Once

Author: Dian (@ChoDihyun)

Main Cast: Cho Kyuhyun, Choi Sooyoung

Support Cast: Cho Ahra, Jessica Jung, Lee Donghae

Genre: Romantic

Rate: PG 15

 

Author POV

Di sebuah gedung musik di sebuah kamous yang megah, terlihat seorang yeoja yang bermain biola di atas panggung. Yeoja itu bernama Choi Sooyoung. Dia adalah seorang violinis terbaik di kampusnya. Saat ini, dia akan menghadapi kompetisi musik biola yang akan dilaksanakan bulan depan. Untuk itu dia mempersiapkan latihan keras agar bisa menang di kompetisi itu.

Dia melantunkan suara biola yang indah. Sooyoung menghayati setiap nada yang ia mainkan. Saat nada itu meninggi terdengar suara bantingan pintu depan gedung musik. Sooyoung kaget dan berhenti memainkan biolanya. Dilihatnya ada seorang namja berlari menuju padanya.

“Hei, bisakah aku minta tolong? Jika ada seorang namja mencariku, katakan saja kau tidak melihatku, arraseo? Hmm.. aku akan sembunyi disana”, ucap namja itu.

Sooyung masih bingung apa yang dikatakan namja itu, tapi dia tau apa yang harus dilakukannya.

Belum lama namja itu bersembunyi, terdengar suara kaki yang masuk ke gedung musik. Orang itu adalah Lee Donghae.

“Ah, rupanya kau disini sooyoung. Kau melihat namja tinggi masuk di gedung ini tidak?”, tanya donghae kepada sooyoung.

“Untuk apa kau mencari orang itu?”, tanya balik sooyoung.

“Ha? Umm.. dia baru saja mengerjaiku. Aku ingin membalasnya. Apa kau melihatnya?”, tanya donghae sekali lagi.

“Oh, dia sembunyi di balik meja itu”, jawab sooyoung sambil menunjuk meja tempat persembunyia namja tadi.

“Yakkk!! Cho Kyuhyun keluarlah!!!!”, teriak Donghae.

………………….

Kyuhyun POV

“Aihhh.. kenapa yeoja itu memberitahu hyung aku disini”, ucapku kesal.

Aku segera berdiri dan berjalan ke arah donghae hyung.

“Mianhae hyung`”, ujarku polos.

“Mwo? Kau harus bertanggung jawab atas kelakuanmu tadi! Sebagai gantinya kau harus mengerjakan tugas matematikaku”, suruhnya padaku.

“Hyung!! Aku ingin bersantai dari sekarang!! Kenapa kau malah menyuruhku mengerjakan tugasmu?”, ucapku mendengus.

“Kalau kau protes, akan kutambah hukumanmu!”, ancamnya.

“Mwo?? Hyung.. Nde.. aku akan mengerjakan tugasmu”, ucapku pasrah.

“Nah, bagus kalau begitu”, ucapnya lalu ia pergi keluar dari gedung musik.

Tinggal aku dan yeoja itu didalam gedung ini.

“Hei! Bukannya aku tadi menyuruhmu tidak memberitahunya? Kenapa kau malah memberitahunya??”, ujarku kesal pada yeoja itu.

“Donghae oppa adalah sunbaeku. Aku tidak bisa berbohong padanya. Dan, untuk apa aku harus menolongmu?”, jawab yeoja itu sinis padaku.

“Yakk!! Kau ini memang mencari emosiku saja. Untung saja kau seorang wanita! Jika tidak..”

“Jika tidak kau mau apa? Memukulku? Itu adalah suatu kekerasan”, ucapnya memotong pembicaraanku.

“Siapa juga yang ingin melakukan kekerasan”, ucapku mengelak.

Jika diliat-liat yeoja ini cantik juga. Ah, aku ajak kenalan ahhh..

“Oh iya, siapa namamu?”, tanyaku pada yeoja itu.

“Nama? Itu tidak penting kau mengetahuinya”, ucapnya sambil membereskan alat musiknya dan berjalan keluar gedung.

“Yakk!! Aku belum selesai bicara padamu!!”, teriakku keras.

Aku penasaran sama yeoja tadi. Siapa dia sebenarnya? Aku akan mencari informasi tentangnya.

………………

Sooyoung POV

Aku tidak mengerti kenapa namja itu menanyakan namaku. Tapi bukankah nama namja itu Cho Kyuhyun? Ah.. Sooyoung.. kau harus fokus terhadap kompetisi ini. Waktumu hanya sebulan lagi. Aku harus mencoba tidak memikirkan kejadian tadi.

“Choi Sooyoung!!”

“Ne? Ah? Jessica?”, ucapku kaget.

“Akhirnya aku ketemu Choi Sooyoung si pemusik biola terbaik di kampus kita”, ucapnya memujiku berlebihan.

“Ahh.. Aniya.. Aku hanya pemain biola saja. Oh iya, apa kesibukanmu sekarang?”, tanyaku pada sica.

“Kesibukanku? Tidak ada. Emang kau bisa menemani kesibukanku? Tidak kan? Kau asik saja berpacaran dengan biolamu”, ucapnya dengus.

“Ahh.. Mianhae sica.. Aku benar-benar ingin menang dalam kompetisi ini.. Jeongmal Mianhae”, ujarku merasa bersalah.

“Ah… Aku hanya bercanda youngie. Jangan merasa bersalah begitu. Gimana kalau kita jalan ke mal bareng?”, pinta sica.

“Hmmm.. Okay.. Tapi jangan lama-lama ya”, ujarku.

“Ne”, jawabnya.

……………….

Kyuhyun POV

Aku mencari donghae hyung. Aku mau menanyakan tentang yeoja tadi.

“Hyung!!”, teriakku memanggilnya.

“Ne, mwoya?”, ucapnya.

“Ah.. soal yeoja tadi, siapa namanya?”, tanyaku.

“Sooyoung? Oh, namanya Choi Sooyoung. Dia adalah pemain biola terbaik di kampus kita. Apa kau tidak tau?”, jawabnya.

“Sooyoung? Jadi dia orangnya. Aku pernah dengar berita tentang dia, hanya saja aku baru melihatnya hari ini. Gomawo hyung!!”, ucapku langsung pulang dari kampus.

Tiba dirumah..

“Noona!! Aku pulang!”, teriakku sampai di rumah.

“Adikku kesayanganku pulang juga. Kenapa lambat pulang?”, tanya dia padaku.

“Noona, aku baru tau yang bernama choi sooyoung itu ternyata cantik. Dia adalah pemain biola yang diceritakan temanku dikampus”, ucapku.

“Jinjja?? Kau suka padanya?”, tanyanya padaku.

“Aku suka. Tapi tadi dia tidak menolongku dari donghae hyung (T_T)”, kesalku.

“Kyu… Jangan manja seperti ini. Kapan kau dewasanya kalau kau masih bertingkah anak-anak? Oh iya, mandilah sekarang dan cepat turun untuk makan malam”, ujarnya.

“Ne”, jawabku singkat.

……………….

Author POV

Keesokan harinya kyuhyun menunggu sooyoung latihan musik di gedung musik.

“Kenapa dia belum datang juga?”, ucap kyu sambil melirik jam ditangannya.

Setelah berapa lama, Sooyoung masuk ke gedung musik.

“Kenapa kau lama sekali?”, ucap kyuhyun langsung menghampirinya.

“Kenapa kau disini?”, tanya sooyoung.

“Kudengar kau pemain biola terbaik di kampus ini. Aku ingin melihat kau memainkan biola secara langsung”, ujar kyuhyun.

“Kau, duduklah disana”, ucap sooyoung.

“Oh, ne”, ucap kyuhyun menuruti.

Sooyoung mulai melantunkan musik biola yang ia mainkan. Begitu merdu dan enak didengar. Kyuhyun begitu terpesona melihat Sooyoung memainkan biola itu.

“Kenapa dia begitu cantik saat bermain biola”, ujar kyu dalam hati.

Sooyoung berhenti memainkan lagunya.

“Yakk!! Namamu Cho Kyuhyun kan?”, tanya sooyoung.

“Ah, ne. Wae? Bagus kan namaku? Sesuai orangnya”, ucap kyuhyun membanggakan diri.

Sooyoung tersenyum tawa mendengar ucapan kyuhyun.

“Kau tertawa? Ini kenyataan. Banyak wanita yang bilang seperti itu”, ucap kyuhyun lagi.

“Kau lucu sekali. Aku suka padamu”, ucap sooyoung sambil memberikan mata wink kepada kyuhyun.

Jantung kyuhyun berdegup kencang.

“Mwo? Kau suka padaku?”, tanya kyuhyun bingung.

“Aku suka padamu karena kau itu lucu”, jawab sooyoung tersenyum.

“Ah.. Jinjja? Gomawo. Kau juga, kalau tersenyum sangat cantik”, ucap kyuhyun memberikan senyumannya.

“Tidak perlu menggombaliku seperti itu. Hmm.. keluarlah.. Apa kau tidak ada matakuliah lagi?”, ucap sooyoung.

“Oh iya… Hari ini Baek seosaengnim masuk.Kalau begitu aku masuk kelas. Latihan yang bagus ya, soo”, ujar kyuhyun yang akan meninggalkan gedung musik.

Sooyoung hanya melihat laluan kyuhyun meninggalkan gedung musik.

“Bagaimana dia tau namaku?”, tanya sooyoung pada dirinya.

Dia pun melanjutkan latihan musiknya.

……………….

“Kenapa seosaengnim menghukumku seperti ini”, dengus kyuhyun.

Kyuhyun dihukum gurunya karena telat masuk kelas. Ia disuruh lari keliling kampus. Saat dia sedang berlari dia bertemu Sooyoung.

“Yak!! Choi Sooyoung!!”, teriak kyuhyun sambil melambaikan tangannya.

Sooyoung melihat tingkah laku kyuhyun dan dia hanya tersenyum.

“Kenapa kau tidak masuk kelas?”, tanya Sooyoung.

“Hmm.. Gara-gara aku ingin melihatmu main biola, aku jadi telat masuk kelas dan dihukum seperti ini. Aku minta ganti rugi”, ucap kyuhyun.

“Ganti rugi? Bukankah itu kesalahanmu sendiri? Oh iya, tolong kau sampaikan pada donghae oppa aku menunggunya di kafe biasa”, ucap Sooyoung.

“Tunggu dulu, emangnya kau ada apa dengan donghae hyung?”, tanya kyuhyun.

“Ah, ani. Hanya ada beberapa yang ingin aku sampaikan padanya. Tolong ya”, ujar sooyoung.

“Oh,,ne..”, jawab kyuhyun melesu.

“Aku masuk kelas dulu. Kau larilah yang rajin supaya perut buncitmu itu kempes”, ucap sooyoung tersenyum.

“Yakk!! Perutku tidak buncit!! Kau mau bukti!! Akan kubuktikan nanti”, ujar kyuhyun kesal.

Sooyoung hanya melangkah senyum melihat kyuhyun kesal seperti itu.

……………..

Kyuhyun POV

Sebenarnya apa urusannya sooyoung dengan hyung? Apa mereka berpacaran? Ah, tidak mungkin. Tapi sooyoung juga termasuk kriteria wanita idaman hyung. Tapi, sooyoung tidak bisa jadi pacarnya hyung.

Tunggu dulu. Kenapa tidak bisa? Kenapa aku melarang mereka? Apa aku cemburu? Apa aku menyukai sooyoung? Apakah aku sudah gila? Aku gila?

“Argghh… Ada apa denganku? Kenapa jadi seperti ini??”, teriakku kesal.

“Kyu!!”, panggil seseorang.

“Ne? Hyung?”, ucapku kaget.

“Kau kenapa? Apa kau sakit?”, tanya donghae padaku.

“Ani. Hanya sedikit kesal. Oh iya, Sooyoung titip pesan kalau dia menunggumu di kafe biasa”, kataku memberitahunya.

“Oh? Sooyoung? Mmm.. Kalau begitu aku duluan dulu yaa”, ucapnya seraya pergi meninggalkanku.

“Aishhh… Kenapa dia meninggalkan seperti ini? Apakah mereka…”, aku memukul kepalaku.

Sepertinya otakku sudah tidak waras. Aku langsung bergegas pulang ke rumah.

……………….

Sesampainya di rumah

“Noona!! Aku pulang!!”, ucapku membuka pintu.

“Kyuhyunie~~ kemarilah…”, ucap noona ahra padaku.

“Waeyo?”, tanyaku heran.

“Ta Da..”, Ahra noona membuka sebuah kain dan terlihat sebuah keyboard.

“Noona!! Ini untukku?”, tanyaku saking tak percaya.

“Ne.. Ini untukmu. Oh iya, keyboard ini kau mau letak dirumah atau di kampus?”, tanya noona.

“Di kampus saja. Di rumah kan sudah ada piano. Jadi letak di kampus aja ya noona”, ucapku tersenyum.

“Ne..”, jawabnya.

………………

Sooyoung POV

“Oppa!!”, ucapku melambaikan tangan ke donghae oppa.

“Ah, kau disana”

“Oppa, kau ingin memesan sesuatu. Ah, tunggu dulu aku akan menelpon seseorang”, ujarku.

Aku menelpon temanku, dan belum sempat menelponnya dia sudah datang.

“Sooyoung!!!”, ucap seseorang.

“Ne? Sica? Here!!”, ucapku.

Jessica menghampiri aku dan donghae oppa.

“Nah, duduk disini”, aku memberikan kursiku pada jessica.

“Umm… Aku tinggalkan kalian berdua yaa… Kalian saling berbicara aja dulu”, ucapku langsung pergi meninggalkan mereka.

Semoga rencanaku berhasil!!!

Aku pergi mencari udara di sekitar kafe.

……………….

Author POV

Donghae dan Jessica heran dengan sooyoung. Kenapa sooyoung meninggalkan mereka berdua.

“Umm.. namamu jessica?”, tanya donghae angkat bicara.

“Ah, ne”, jawab sica singkat.

“Umm.. Namaku donghae. Kau bisa memanggilku donghae atau…”, donghae tidak melanjutkan perkataanya.

“Atau apa?”, tanya sica.

“Oppa”, jawab donghae malu-malu.

*Jessica tertawa*

“Ne.. Oppa, kenapa malu-malu seperti itu?”, ucap sica tertawa.

“Jangan tertawa. Aku tidak seperti ini biasanya kepada wanita”, ucap donghae.

“Wanita? Apa kau menganggapku wanita dewasa?”, tanya sica dengan hati penasaran.

“Ah, aniya.. Kau itu masih lebih muda dariku. Kau sama dengan sooyoung, belum dewasa”, jawab donghae.

“Jinjja?? Umm.. Aku tidak percaya”, ucap sica.

“Aishh.. Kenapa tidak percaya? Kau pikir aku pembohong?”, ucap donghae membela diri.

“Umm.. Maybe..”, jawab sica.

Mereka pun saling tertawa. Hanya saja donghae menertawakan dirinya sendiri.

“Oppa, kita kelihatan sudah akrab. Padahal kita baru berkenalan”, ucap sica.

“Kenalan apa? Kau tidak memperkenalkan dirimu padaku”, ucap donghae.

“Tentu saja harus oppa yang menanyakan tentangku dulu”, ucap sica membela diri.

“Oh iya”, ucap donghae sambil menggaruk kepalanya.

Dan mereka tertawa lagi bersama.

……………….

Sooyoung POV

Aku berjalan melewati jembatan sungai han. Langit sore begitu indah. Bagaimana dengan Oppa dan Jessica? Pasti mereka menikmati perkenalan awal mereka. Aku jadi iri.

Andai aku punya namjachingu. Pasti aku sangat bahagia. Tapi aku belum menemukan namja yang aku sukai.

“Sooyoung-ah!!!”, teriak seseorang.

Aku membalikkan badan ke arah asal suara. Dan aku mendapati seorang namja melambaikan tangannya kepadaku.

“Kyuhyun??”

……………….

Kyuhyun POV

Kenapa Ahra Noona menyuruhku berjalan-jalan ke sungai han? Aku tau tempat itu indah. Tapi apa maksud perkataan dia tadi apa?

*Flashback

“Kyu, cobalah kau pergi ke sungai han. Mana tau kau bisa bertemu orang yang kau nanti-nantikan”

*End

“Apa sebenarnya maksudnya?”, tanyaku pada diri sendiri. Saat menuju ke sungai han, aku melihat donghae hyung bersama yeoja lain.

“Bukankah hyung sedang bersama sooyoung?”, tanyaku bingung sendiri.

Aku tidak menghampiri donghae hyung, karena aku tidak mau cari masalah terhadapnya. Aku tetap berjalan menuju sungai han.

 Setelah dekat sungai han, aku melihat seorang yeoja sedang memandangi langit sore di jemabatan sungai han.

“Ada apa dengan yeoja itu? Apa dia ingin bunuh diri? Dan sepertinya aku mengenalnya”, ucapku pada diri sendiri.

Aku tersentak dan berteriak.

“Sooyoung-ah”, teriakku melambaikan tangan.

Dia membalikkan badannya ke arahku. Aku langsung berlari ke arahnya.

“Yakk!! Kau kenapa? Apa kau ada masalah dengan hyung? Kau tidak boleh mengambil jalan seperti ini? Bunuh diri bukanlah untuk menyelesaikan masalah”, ucapku sambil memperhatikan apa dia sudah melukai dirinya sendiri.

“Kyu, apa maksudmu? Kenapa kau membalik-balikan badanku seperti ini? Hentikan”, jawab sooyoung keras.

“Aku tidak mau kau mati”, ucapku lantang sambil memegangi tangannya.

“Mati? Apa maksudmu?”, tanyanya bingung.

“bukankah kau mau terjun dari jembatan ini? Bukankah kau melakukan ini karena donghae hyung sedang berkencaan dengan yeoja lain?”, ucapku panik.

Sooyoung hanya diam lalu dia tertawa keras.

“Hahaha.. Kyuhyun-ssi.. hahaha”, sooyoung tertawa.

“Kenapa kau tertawa? Seharusnya kau sedih? Apa kau sudah gila? Aku akan membawamu ke rumah sakit jiwa”, ucapku semakin panik.

“hahaha.. Kau yang gila. Siapa juga yang mau bunuh diri, haa? Dan juga siapa yang cemburu donghae oppa bersama yeoja lain?? Itu aku yang merencanakan mereka berdua”, jawab sooyoung sambil tertawa.

“MWOYA???”, teriakku sambil menahan malu.

“Kyuhyun-ssi, awalnya aku merasa bosan karna sendiri disini. Tapi kau membuatku terhibur dengan tingkah lakumu”, ucap sooyoung masih tertawa.

“Berhentilah tertawa!! Tapi, kenapa kau perginya kesini?”, tanyaku penasaran.

“Um? Karena tempat ini sangat indah. Kita duduk disan saja sambil cerita”, ajaknya padaku.

“Oh, ne”

Aku dan sooyoung duduk di pinggir sungai han. Kami melanjutkan pembicaraan kami.

“Oh iya, kenapa kau juga datang kemari?”, tanya sooyoung padaku.

“Noonaku menyuruhku kesini, agar aku bisa bertemu dengan orang yang aku nanti-nantikan”, ujarku.

“Maksudnya pasangan hidup?”, tanya sooyoung lagi.

“Aku juga tidak tau. Tapi, aku malah bertemu denganmu. Apa mungkin kau orang itu?”

“Um? Aku? Apa sepanjang jalan kau memikirkanku?”, tanya sooyoung lagi.

“Ha? Aniyo.. Kenapa aku memikirkanmu?”, ucapku mengelak.

Sooyoung menghela nafas.

“Aku juga berharap bisa bertemu orang yang aku sayang disini”, ujarnya.

Aku melihat wajah sooyoung. Dia begitu bersinar dimataku. Mendengar perkataanya, aku juga ingin bertemu orang yang aku nanti-nantikan itu.

“Nado~”, ucapku.

Sooyoung langsung melihat ke arahku. Dan memberikan senyuman padaku.

“Kau sudah punya pacar?”, tanya sooyoung.

“Belum. Bahkan belum ada wanita yang aku sukai”, jawabku.

“Jinjja? Hmm… Kau sama denganku. Aku juga belum menyukai seorang pria”, ujarnya.

Sooyoung meletakkan kepalanya di bahuku. Aku hanya melihatnya dan ingin memegang bahunya. Namun kuurungkan niatku.

Setelah hari semakin gelap aku mengantar sooyoung sampai di halte bis.

“Bisnya sudah datang. Kyu, aku duluan”, ucapnya.

“Ne, hati-hati”, ucapku.

“Ne, arasseo”, ucapnya tersenyum.

Ia langsung naik ke dalam bis dan memberikan isyarat tangan yang berarti *sampai jumpa*.

Aku langsung pulang ke rumah.

………………

Author POV

Pagi hari kyuhyun membawa keybordnya ke kampus dibantu oleh noonanya.

“Noona yakin ingin ke kampusku? Nanti banyak yang gombalin noona”, ucap Kyuhyun.

“Ne, gwenchana. Noona hanya ingin melihat keseharianmu di kampus. Tidak apa, kan?”, ujar ahra.

“Terserah noona ajalah”, jawab kyuhyun.

Kyuhyun dan Ahra laangsung melesat menuju kampus.

Sesampainya di kampus, Ahra membantu membawa keyboard kyuhyun. Tetapi banyak para namja dari kampus yang membantunya. Dan sambil mengajak berkenalan dengannya.

“Noona, Keyboadnya letak di tengah lapangan itu saja”, ucap kyuhyun.

“Wae? Kenapa tidak diletak di gedung musik?”, tanya Ahra.

“Noona akan tau nanti”, ucap kyuhyun.

Kyuhyun mempersiapkan semuanya dari keyboard, effect, mic, dan lain-lain. Semua mahasiswa berdatangan untuk melihatnya.

……………….

Sooyoung berjalan menuju lapangan ke gedung musik. Saat menuju lapangan, ia melihat kumpulan mahasiswa di lapangan.

“Ada apa? Kenapa begitu ramai?”, tanya sooyoung pada dirinya.

Sooyoung berjalan menuju keramaian itu. Tetapi tiba-tiba para mahasiswa membuka jalan untuk sooyoung. Sehingga sooyoung melihat sosok namja yang menyebabkan keramaian ini.

“Kyu?”, ucap sooyoung heran.

“Semuanya yang ada disini aku akan menyanyikan lagu untuk yeoja yang ada disana”, ucap kyuhyun sambil mengarah ke sooyoung.

Semua mahasiswa meihat ke arah sooyoung. Ahra memperhatikan Sooyoung. Donghae dan Jessica juga ikut menyaksikan.

“Ternyata yeoja ini”, ucap Ahra dalam hati.

 Dan kyuhyun pun mulai melantunkan lagunya dari keyboardnya.

 

*Just Once

Saranghaedo doenayo. Hagopeunmal inneunde
Naeipsuri mugeowo danhanbeondo motaetdeon naemaeumi haneunmal

Meoreojigoisseoyo. Motdahanmarinneunde. Geudaeyeo~
Gaseumeuro samkin geumare babocheoreom naega apado geudaemaneul ojigwonhaeyo.

Hanbeonman nal saranghaejwoyo
Ttakhanbeon michidorok bulleobwado doenayo
Naemamhana deohaejuryeo geudaegyeote ireoke gakkai gallaeyo

Geudaeege jeonhaejuryeo geudaegyeote ireoke gakkai gallaeyo
Saranghamnida. Geuriunsaram

Sooyoung mengahayati setiap lirik yang dinyanyikan kyuhyun. Dan dia benar-benar tertegun. Bahkan ia ingin menangis mendengar lagu itu.

 

“Sooyoung-ah….. Saranghaeyo”, ucap kyuhyun di akhir lagu.

Kyuhyun menyatakan perasaanya kepada Sooyoung. Sooyoung terdiam diri mendengar pernyataan kyuhyun kepadanya.

“Soo, sebenarnya aku sudah lama menyukaimu. Bahkan saat pertama kali aku melihatmu masuk ke kampus ini. Dan kau selalu membawa biolamu itu. Maka dari itu, aku selalu mencari informasi tentang dirimu. Kau ingat, pada sungai han kemarin. Aku yakin orang itu adalah kau. Sooyoung-ah, dihadapan semua orang aku ingin kau menjadi yeojachinguku”, lanjut kyuhyun.

Sooyoung semakin tidak bisa menahan perasaanya, air matanya masih ia tahan.

“Mianhae…”, jawab sooyoung lemah.

“Mwo? Mianhae? Maksudnya?”, tanya kyuhyun.

“Mianhae kyuhyun-ssi”, sooyoung tidak bisa memperlihatkan air matanya di hadapan kyuhyun. Ia langsung pergi dari hadapan kyuhyun.

“Sooyoung-ah! Tunggu.. Apa jawabanmu? Mianhae? Kau menolakku?”, ucap kyuhyun melanjutkan.

Sooyoung masih berjalan sambil menahan air matanya.

“Sooyoung-ah!!”, teriak kyuhyun lagi.

“Mianhae kyuhyun-ssi”, ucap sooyoung lagi.

Kyuhyun menjatuhkan dirinya. Semua mahasiswa tidak ada yang berani mendekatnya, mereka lebih memilih untuk meninggalkan kyuhyun. Donghae dan Jessica juga tidak bisa ikut campur dalam masalah ini. Ahra pergi mencari dimana sooyoung pergi. Kyuhyun masih mematung di lapangan itu.

“Sooyoung tidak menyukaiku?”

“Benarkah itu?”

Banyak pertanyaan yang muncul didalam pikiran kyuhyun. Namun inti yang dia ambil bahwa cintanya ditolak oleh sooyoung.

…………………..

Sooyoung memainkan biolanya begitu frontal dan tidak konsentrasi. Dia masih ingat kejadian tadi pagi. Rasanya hatinya begitu sakit. Dan dia benar-benar tidak sanggup. Ahra memperhatikan sooyoung dari pintu. Senar biola putus dan mengenai jari sooyoung.

“Awhh..”, ucap sooyoung menahan rasa sakit.

Ahra langsung masuk dan menghampiri sooyoung.

“Kenapa tidak langsung menerima kyuhyun?”, tanya ahra langsung menhadapnya.

“Huh? Anda siapa?”, tanya sooyoung balik.

“Aku Cho Ahra, kakaknya kyuhyun. Kenapa kau membohongi perasaanmu?”, tanya Ahra lagi.

Sooyoung menundukkan kepalanya.

“Aku punya alasan tersendiri”, jawab sooyoung.

“Apa alasanmu?”

“Aku memang mencintainya. Tapi sekarang aku belum bisa menjawabnya. Bukan berarti aku menolaknya. Tetapi aku akan menjawabnya. Eonni tidak usah khawatir. Aku akan memberikan yang terbaik untuknya”, ucap Sooyoung.

“Apa maksudmu?”, tanya ahra lagi.

“Eonni akan tau nanti”, jawab sooyoung.

Ahra hanya bisa menerima jawaban dari sooyoung. Dia percaya bahwa ia akan memberikan jalan yang terbaik untuk adiknya.

……………….

Kyuhyun berada di balkon atas. Dia masih ingat kejadian tadi. Dia pun berteriak.

“Sooyoung-ah!!! Kenapa? Apa kau tidak bisa merasakan kesedihanku? Aku sangat sedih dengan sikapmu tadi!!”, teriak kyuhyun.

“Apakah aku bukan yang terbaik untukmu? Apa menurutmu aku tidak pantas untukmu? Apakah seperti itu?”, teriak kyuhyun lagi.

Amarah kyuhyun semakin tinggi. Hatinya sangat sakit. Bahkan ia sangat sulit untuk melupakan kejadian tadi.

Kyuhyun menghela nafas panjang. Ia menatap langit.

Ahra mendatangi kyuhyun.

“Aku yakin gadis itu memberikan yang terbaik untukmu”, ucap ahra.

“Maksud noona?”, tanya kyuhyun.

“Kau akan tau nanti”, jawabnya.

Kyuhyun masih bingung maksud noonanya itu. Tetapi untuk sementara ini, dia tidak ingin dekat dengan sooyoung lagi.


……………….

Ditempat donghae dan jessica, mereka memikirkan rencana agar sooyoung menerima cinta kyuhyun.

“Aku rasa kita tidak usah ikut campur masalah ini”, kata donghae.

“Lalu kita diam saja?”, tanya sica.

“Ntahlah. Aku juga tidak tau. Takutnya jika kita ikut campur, akan menjadi fatal bagi kita. Kita cukup mengawasi mereka saja”, jawab donghae.

“Ne. Oppa, tadi kau menelponku karna kau ingin mengatakan sesuatu. Emang ada apa?”, ucap jessica seraya ingin meminum minumannya.

“Oh, itu,,,”, donghae tidak melanjutkan perkataanya.

“Kenapa?”, tanya jessica ingin minum lagi.

“Aku mencintaimu jess”, jawab donghae.

Jessica langsung tersedak.

“Mwoya?”, ucap sica kaget.

“Saranghaeyo… Apa kau mau menjadi yeojachinguku?”,ucap donghae lagi.

Jessica menundukkan kepalanya. Dia tidak tau apa dia harus menerima donghae apa tidak. Jika ia terima, berarti dia membahagiakan dirinya sendiri sedangkan temannya sedang ada masalah.

“Mianhae oppa. Tapi aku tidak enak dengan kyuhyun dan sooyoung”, ujar sica.

“Aku tau. Tapi apakah kita harus mengalah dari mereka? Aku sudah bilang, tidak usah ikut campur masalah mereka”, ucap donghae.

“Ne. Tapi..”

“Apa jawabanmu?”, jawab jessica.

Jessica masih diam.

“Jess?”

“Nado saranghae oppa”,jawab jessica.

Donghae tersenyum bahagia dan ia langsung berdiri memeluk jessica.

“berarti kita jadian?”, tanya donghae.

“Ne”, jawab sica tersenyum.

Mereka berbahagia berdua karena pada hari itu adalah hari jadi mereka.

………………

Keesokan harinya, Sooyoung masuk kuliah seperti biasa. Ia bertemu dengan jessica di kelas.

“Hai syoo”, panggil sica.

“Hai jess. Oh iya, aku dengar kau jadian dengan donghae oppa. Selamat ya”, ucap sooyoung.

“Ah, ne. Gomawo”, jawab sica.

Sooyoung senang melihat temannya bahagia.

“Oh iya, aku ke gedung musik dulu ya”, ucap sooyoung.

“Ne. Oh iya, nanti aku tidak bisa pulang denganmu. Aku ada janji sama oppa”, ucap sica tidak enak kepada sooyoung.

“Ne. Bersenang-senanglah hari ini”, ucap sooyoung sambil tersenyum.

Sooyoung pergi ke gedung musik. Saat melewati koridor kampus, ia bertemu dengan Donghae dan Kyuhyun.

“Sooyoung-ah!”, panggil donghae.

“Oppa!! Selamat ya”, ucap sooyoung.

“Selamat buat apa?”, tanya donghae.

“Selamat kaarna kau jadian sama jessica”, ucap sooyoung.

“Oh itu. Gomawo”, jawab donghae.

Kyuhyun menghiraukan sooyoung, ia membiarkan donghae mengobrol dengan sooyoung.

“Yakk!! Cho Kyuhyun. Tunggu aku!! Soo, aku pergi dulu ya”. Ucap donghae.

“Ne, oppa. Aku juga mau pergi. Jaljayo. Oh ya, have fun sama jessica ya”, ucap sooyoung sambil memberikan kode “ok”.

Sooyoung langsung berjalan menuju gedung musik. Donghae mengejar kyuhyun yang sudah jalan duluan.

“Hyung, kenapa kau tidak cerita kalau sudah punya yeojachingu?”, ucap kyuhyun ngambek.

“Mianhae. Kalau kau tau, nanti kau akan menggagalkan rencanaku”, ucap donghae mengejek kyuhyun.

“Aihh.. Hyung!!”, teriak kyuhyun marah pada donghae.

…………………..

Sudah seminggu kyuhyun dan sooyoung tidak saling menyapa. Mereka bahkan saling tdak memandang jika bertemu.

2 hari lagi adalah kompetisi musik biola yang ditunggu-tunggu oleh sooyoung. Tapi sooyoung kurang fokus dengan latihannya, karna masih kepikiran kyuhyun.

“2 hari lagi, aku harus menghadapi kompetisi musik biola. Tapi aku malah tidak fokus begini”, ucap sooyoung menggerutu dirinya.

……………….

Sooyoung POV

Apa aku harus menyelesaikan masalahku dengan kyuhyun dulu. Mungkin itu bisa membuatku fokus dengan kompetisi ini.

Aku mengingat-ingat saat kejadian itu lagi.

“Baiklah, aku akan menemui kyuhyun besok”, ujarnya pada dirinya.

Sooyoung kembali latihan bermain biolanya.

……………….

 

Author POV

“Noona, aku ke pergi ke taman dulu ya”, ucap kyuhyun.

“Apa kau mau piknik disana sendiri?”, tanya Ahra.

“Aniyo. Aku hanya ingin menyegarkan pikiranku saja”, jawab kyuhyun.

“Oh, arasseo. Pergilah”, ucap Ahra.

Kyuhyun langsung melesat ke garasi mengambil mobilnya dan langsung melaju menuju taman.

Di lain tempat, Sooyoung sedang di jalan menuju ke rumah kyuhyun. Setelah sampai di rumah Kyuhyun, Sooyoung bertemu dengan Ahra.

“Eonni-ya, Apakah kyuhyun ada di rumah?”, tanya sooyoung.

“Soo? Kyuhyun belum lama pergi ke taman. Kau kejar saja dia. Tamannya ada disana”, ucap Ahra menunjukkan jalan menuju taman.

“Oh, gomawo. Aku pergi kesana dulu”, ucap sooyoung.

“Ne, kau selesaikan baik-baik ya soo”, ujar Ahra.

“Ne”, ucap sooyoung langsung masuk ke mobil.

Sooyoung langsung mengendarai mobilnya menuju taman. Ia ingin menyelesaikan masalah ini secepatnya.

……………….

Di tempat Kyuhyun, ia sedang merasakan indahnya taman itu.  Belum lama ia merasakan kesejukan itu, ia melihat seorang yeoja berjalan ke arahnya.

Ia melihat yeoja itu sedang membawa biolanya. Dipikiran kyuhyun langsung muncul nama “Sooyoung”. Tapi yeoja itu memang sooyoung.

“Sooyoung-ah?”, ucap kyuhyun kaget melihat sooyoung di taman itu.

“Kyuhyun-ssi, aku ingin kita akrab seperti dulu lagi. Aku ingin tingkah lakumu yang lucu itu. Aku ingin kita berbaikan”, ujar sooyoung.

“Sooyoung-ah, aku…”

“Kyuhyun-ssi! Maukah kau mendengar permainan musik biolaku?”, tanya Sooyoung.

“Ne, mainkanlah”, jawab kyuhyun tersenyum.

Sooyoung mulai melantunkan musik biolanya. Yang membuat herannya kyuhyun, lagu yang dimainkan sooyoung itu adalah lagu yang ia nyanyikan untuk sooyoung saat kejadian itu.

Setelah Sooyoung selesai memainkan musiknya, ia langsung memeluk kyuhyun.

“Sooyoung-ah, kau kenapa?”, tanya kyuhyun bingung.

“Tolong tetap seperti ini. Biarkan aku memelukmu lebih erat”, ujar sooyoung.

Kyuhyun hanya menuruti perkataan sooyoung.

………………

“Kyuhyun-ssi, aku harap kau besok datang ke kompetisiku. Aku ingin kau melihat aku memainkan lagu itu di atas panggung”, ujar sooyoung.

Kyuhyun hanya diam tidak menjawab.

“Aku pulang dulu. Aku menunggumu besok”, ucap Sooyoung. Lalu ia langsung pergi pulang ke rumah.

Kyuhyun masih melihat sooyoung dari kejauhan sana.

Setelah Sooyoung pulang, kyuhyun juga segera pulang ke rumahnya. Sesampainya di rumah ia langsung mencari kakaknya.

“Noona!! Bisakah kau membantuku besok?”, tanya kyuhyun.

………………

Pada kompetisi musik biola, begitu ramai dengan penonton. Bukan hanya penonton, bahkan violinis terkenal juga hadir dalam kompetisi itu.

Pada hari itu, kyuhyun terlambat bangun.

“Aihh.. Aku sudah terlambat. Noona!! Tolong siapkan pakaianku!! Aku mau mandi dulu!!”, teriak kyuhyun sekeras-kerasnya.

Di tempat lain, Sooyoung sudah berada di tempat kompetisi. Sekarang ia sedang mempersiapkan dirinya. Ia begitu nervous untuk tampil di panggung.

Acara itupun segera dimulai dengan musik orkestra.

Di tempat kyuhyun, ia masih mendandan dirinya hingga ia tampan. Noonanya membantu merapikan rambut kyuhyun. Setelah rapi, ia langsung mengambil kunci mobilnya.

“Kyuhyun, fighting!!!”, teriak Ahra.

Jessica dan Donghae sudah berada di acara iru dan memberi semangat untuk sooyoung.

Sooyoung tampil sebagai peserta terakhir. Ia mengharapkan kedatangan kyuhyun. Namun, ia belum melihat kyuhyun di tempat itu.

“Soo? Kau sedang menunggu kyuhyun?”, tanya sica.

“Iya. Aku harap dia bisa datang”, harap sooyoung.

“Dia pasti datang. Kau tetaplah tampil yang bagus”, ucap Donghae memberi semangat.

……………..

Kyuhyun masih berada di jalan. Ia terjebak macet.

“kenapa hari ini begitu macet? Apa tidak tau aku sedang terburu-buru”, ucap kyuhyun sambil mengklakson mobilnya.

Di kompetisi, sang pembawa acara langsung memanggil peserta terakhir.

“Baiklah, inilah peserta terakhir kita. Choi Sooyoung dari Universitas Seoul National”, ucap pembawa sooyoung.

Sooyoung langsung segera naik ke atas panggung. Donghae dan jessica memberikan semangat dari bangku penonton.

Sooyoung sekilas melihat penonton, ia mencari sosok kyuhyun. Namun ia tidak mendapatinya.

“Kyu, apa kau tidak datang?”, ucap soo dalam hati.

Kyuhyun baru sampai di kompetisi itu. Ia segera, memarkirkan mobilnya.

Sooyoung langsung memainkan biolanya.

Ia melntunkan lagu “Just Once” yang pernah dinyanyikan kyuhyun waktu itu. Ia masih memikirkan kyuhyun.

Kyuhyun langsung masuk dan melihat sooyoung sedang tampil di atas panggung.

“Sooyoung-ah!! Fighting!!”, teriak kyuhyun.

Sooyoung langsung melihat dan ia mendapati kyuhyun melihatnya di atas panggung.

Ia hampir menghentikan permainan biolanya. Ia langsung tersadar.

Dan tersenyum karena akhirnya kyuhyun datang juga di kompetisinya.

Didalam hatinya “Kyuhyun terima kasih sudah datang. Aku sangat senang kau datang”

Kyuhyun pun memberikan semangat untuk sooyoung. Stelah pertunjukkanya berakhir. Semua penonton memberikan tepuk tangan.

“Baiklah, saatnya pengumuman dari dewan juri. Apakah dewan jri sudah mendapatkan pemenangnya?”, tanya pembawa acara.

Dewan juri masih membicarakan pemenangnya. Lalu salah 1 juri langsung naik ke atas panggung. Pembawa acara tersebut memberikan mic kepada juri tersebut.

“Pemenang dari kompetisi musik biola ini adalah….”

“CHOI SOOYOUNG!!!”, ucap juri tersebut.

Kyuhyun langsung teriak senang. Donghae dan Jessica juga senang.  Semua penonton memberikan tepuk tangan. Sooyoung langsung maju dan tersenyum bahagia.

“Apakah anda ingin menyampaikan sesuatu?”, tanya sang pembawa acara.

“Tentunya saya ingin mengucapkan terima kasih kepada teman saya yang telah mendukung saya. Dan juga orang yang saya sayang”, ujar sooyoung.

“Aku juga ingin mengatakan sesuatu kepada orang itu”, lanjut sooyoung.

“Kyuhyun-ssi……

.

.

.

.

.

.

.

.

.

Nado Saranghaeyo..”, lanjut sooyoung.

Kyuhyun langsung teriak.

“Soo!! Apakah itu tandanya kau menerimaku??”, teriak kyuhyun.

“Ne, Cho kyuhyun”, jawab sooyoung.

Semua penonton memberikan sorakan dan tepuk tangan untuk kyuhyun dan sooyoung.

Sooyoung tersenyum ke arah kyuhyun

…………………

“Selamat ya soo! Hari ini kau menang kompetisi musik biola dan juga mendapatkan namjachingu”, ucap jessica memberika selamat.

“Iya. Hari ini hari yang membahagiakan untukmu. Selamat ya”, ucap donghae menyambung.

“Gomawo”, ucap sooyoung.

“Soo, bisakah kau mengambil gambar kami berdua?”, tanya donghae.

“Oh iya, berikan kameranya”, pinta sooyoung.

Sooyoung memotret donghae dan jessica.

“Soo, aku ingin mengajakmu ke suatu tempat”, ucap kyuhyun.

Sooyoung mengangguk. Kyuhyun langsung membawa sooyoung masuk ke dalam mobilnya. Mereka langsung melesat pergi ke tempat yang selama ini mereka inginkan. Setelah sampai, mereka berada di pinggir sungai han

“Kenapa kau membawaku ke sungai han?”, tanya sooyoung.

“Karena aku ingin melihat orang yang aku nantikan disini. Dan dia benar-benar sudah ada disini. Bukankah kau juga begitu?”, ujar kyuhyun.

“Ne”, jawab sooyoung.

“Sooyoung-ah, Saranghaeyo”, kata kyuhyun.

“Nado Saranghae”, jawab Sooyoung.

Mereka langsung menikmati keindahan sungai han.

Kyuhyun dan Sooyoung menjalani hidup saling berdampingan.

______________

The End

………………………

Gimana Knight??

Kasih comment yaa…

Ini tumben nih author ngasih FF yang panjang xD

hehe..

jgn lupa comment!

About these ads

24 comments on “JUST ONCE (OneShoot)

  • Uwa uwa.. Ini dari lagu ost barunya kyu oppa kan? Uwaawawa
    Haesica aja ada selcanya yg berdua kok kyuyoung engga ada padahal kalo soopairing yg lain juga ada selcanta

  • Seru banget suka deh kalo ff ada foto2nya gini feelnya kena banget :*
    Tp thor itu knpa sih harus ditolak dulu? Ada alesannya ga? Soalnya disitu ga dijelasin alesannya :’(
    Pdhal itu sosweat banget cara nembaknya cho kyu, tp malah ditolak :(

  • Tinggalkan Balasan

    Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

    WordPress.com Logo

    You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

    Twitter picture

    You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

    Facebook photo

    You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

    Google+ photo

    You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

    Connecting to %s

    Ikuti

    Get every new post delivered to your Inbox.

    Bergabunglah dengan 117 pengikut lainnya.

    %d bloggers like this: