Destiny of Love Part 4 (Ending)

Published Februari 16, 2013 by kyuyoungknight

Destiny of loveTitle                           : Destiny of Love Part 4 (Ending)

Author                      : Dian ( @ChoDihyun )

Main Cast                : Cho Kyuhyun, Choi Sooyoung

Support Cast         : Shim Changmin, Seo Joo Hyun, Kwon Yuri

Rating                      : PG 15

Genre                       : Romance

Yang belum baca Part sebelumnya silahkan klik link di bawah :

Part 1  Part 2 Part 3

Sebelumnya…….

“Soo, sebenarnya perasaan ini sudah lama aku pendam sejak SMA. Aku harap kau bisa menerima perasaanku”, ucap Changmin.

“Maksudmu apa?”, tanya Sooyoung.

“Saranghaeyo”, ucap Changmin.

Kyuhyun yang baru tiba mendengar Changmin menyatakan perasaannya kepada Sooyoung. Begitu juga dengan Seohyun.

…………………

“Changmin-ssi!, aku….”, ucapan Sooyoung terhenti.

“Kau tidak perlu menjawabnya sekarang. Tapi kuharap kau bisa mengambil keputusan yang terbaik”, ucap Changmin sambil memeluk Sooyoung.

Di lain tempat, Kyuhyun benar-benar menangis. Air matanya jatuh ketika melihat Changmin dan Sooyoung berpelukan. Sedangkan Seohyun tersenyum tanda kemenangannya. Kyuhyun segera meninggalkan tempat itu sebelum mereka melihatnya.

“Changmin, biarkan aku berpikir dulu”, ucap Sooyoung sambil melepas pelukan Changmin.

“ya, aku mengerti. Mungkin perasaanmu masih gundah. Aku akan tetap menunggu jawabanmu”, jawab Changmin.

Sooyoung hanya menundukkan kepalanya.

“Oh iya, Ayo aku antarkan pulang”, ajak Changmin.

“Tidak usah. Aku pulang sendiri saja”, jawab Sooyoung hendak pergi.

Changmin menahan tangan Sooyoung. Sooyoung membalikkan badan menandakan ‘ada apa’.

“Hati-hati di jalan”, ucap Changmin tersenyum.

Changmin melepaskan tangan Sooyoung dan membiarkannya pergi.

Setelah Sooyoung sudah tidak kelihatan dari jauh, Seohyun mengagetkan Changmin.

“Ya!! Shim Changmin! Kau benar-benar hebat!”, teriak Seohyun mengagetkan Changmin.

“Aihhh!! Kau mengagetkan saja! Hebat apanya?”, tanya Changmin.

“Ya, kau jadian dengan Sooyoung. Terus Kyuhyun melihat hal itu dan menangis pergi. Aku yakin, perasaanya ke Sooyoung sudah hilang karena hal ini”, jawab Seohyun dengan kemenangannya.

“Jadian? Aku dengan Sooyoung belum pacaran. Dia masih berpikir-pikir untuk menerimaku”, ucap Changmin.

“Mwo? Hahhh,,, Payah sekali dia! Tapi….. tidak apa!! Kyuhyun oppa sudah mengira dia berpacaran denganmu”, jawab Seohyun senang.

Changmin dan Seohyun merayakan kemenangan mereka walaupun belum sepenuhnya mereka berhasil.

……………….

At night

Kyuhyun POV

Apakah aku benar-benar melihatnya tadi? Apa iya aku ada disana? Aku melihatnya? Aku menangis? Apa yang aku tangiskan? Aku bersedih? Sooyoung? Aku benar-benar menangisinya? Aku bahkan tidak percaya.

Kenapa Sooyoung menerima orang itu? Apakah aku harus melepaskan perasaan ini kepadanya? Tapi terlalu berat untuk melupakannya. Kenapa batinku terasa sakit seperti ini? Sooyoung-ssi, kau terlalu kejam.

Sooyoung POV

Apa yang harus aku lakukan? Changmin sudah menyatakan perasaannya. Tapi bukan itu yang aku inginkan. Kyuhyun-ssi, kenapa kau tidak bisa seperti Changmin? Lebih baik aku tidur.

……………….

Author POV

Keesokan harinya…..

Kyuhyun datang ke kampus seperti biasanya. Dia menyapa beberapa teman kampusnya. Tepat ia berpas-pasan dengan Sooyoung, ia mengalihkan pandangannya kearah lain. Sooyoung heran melihat tingkah laku Kyuhyun.

“Kyuhyun-ah!”, panggil Sooyoung ke Kyuhyun.

Kyuhyun mengarahkan pandangannya ke Sooyoung. Dia berjalan hanya melewati Sooyoung tanpa sepatah katapun. Sooyoung membalikkan badan dan melihat punggung Kyuhyun.

“Ada apa dengannya? Kenapa dia berubah?”, tanya Sooyoung dalam hati.

Seohyun melihat Sooyoung dan menghampirinya.

“Kau kenapa, soo?”, tanya Seohyun mengagetkan Sooyoung.

“Ah? Seohyunnie? Kau mengagetkan saja! Ani, aku hanya merasa ada yang aneh dengan Kyuhyun”, jawab Sooyoung.

“Kyuhyun?”, tanya Seohyun.

………………

Sooyoung POV

Harshhhh,, kenapa aku bilang tentang Kyuhyun pada anak ini.

“Ah, aniya! Lupakan saja. Anggap aku tidak mengatakannya”, ucapku mengelak.

“Ohh,, Hm? Apa kau sudah jadian dengan Changmin?”, tanya seohyun padaku.

“He? Bagaimana kau tau? Oh, maksudku aku belum menjawabnya”, jawabku.

Aku heran, bagaimana Seohyun bisa tau tentang hal itu.

“Kau jangan menyia-nyiakannya. Changmin oppa, orang yang baik. Sangat cocok denganmu”, ujarnya.

Aku hanya tersenyum dia mengatakan itu.

“Aku ke kelas dulu”, ucapku mengakhiri pembicaraan kami. Aku segera masuk ke kelas.

……………….

Kyuhyun POV

Dia memanggilku? Untuk apa dia memanggilku? Dia sudah mempunyai kekasih lain, kenapa dia masih ingin dekat denganku? Tunggu, bukankah aku yang ingin dekat dengannya dulu *terbalik-_-*

Aku hanya berjalan melewati Sooyoung tanpa mengeluarkan sepatah katapun.

Setiba aku di koridor kelas IPA, aku malah bertemu dengan Changmin.

“Kyuhyun-ssi!”, panggilnya.

“Selamat untukmu”, ucapku.

“Selamat untuk apa?”, tanya Changmin bingung.

“Kenapa kau malah bingung? Bukankah kau sudah jadian dengan Sooyoung?”, ucapku menabrak bahunya.

“Jadian? Kyuhyun!!”, dia masih memanggil namaku. Tapi aku menghiraukannya.

……………….

Author POV

Sooyoung masuk ke kelas dan langsung menghampiri Yuri.

“Yuri!! Aku butuh nasehat dan saran nih!”, ucap Sooyoung memelas.

“Ya!! Choi Sooyoung!! Aku masih sibuk mengerjakan tugas! Jika tidak selesai hari ini, aku tidak bisa masuk kelas”, ujarnya.

“Bukannya kau sekarang sudah didalam kelas?”, tanya Sooyoung.

Hening Seketika………………..

“Ya!! Berhenti bercanda!! Aku serius ini!!”, jawab Yuri.

“Aku juga serius. Aku berada dalam masalah…. sepertinya…”, ucap Sooyoung.

“Setiap hari kau juga selalu dalam masalah, bukan?”, goda Yuri.

“Aihhhh!! Kwon Yuri!! Aku serius!! Ah, gak asik jadinya!!”, ucap Sooyoung merajuk.

“Eleh,,, Itu aja sudah merajuk. Ya,,, ceritakan masalahmu,, mana tau aku bisa membantu”, jawab Yuri.

“Nah, gitu dong!! Jangan bawaan bercanda melulu”, ucap Sooyoung masih kesal sedikit.

“Iya iya…. Apa masalahnya sekarang?”, tanya Yuri.

“Begini, kemarin Changmin menyatakan perasaannya sama aku”, ucap Sooyoung.

“Lalu?”

“Kok gak kaget sih? Biasanya kan kau kaget”, ucap Sooyoung ngambek lagi.

“Iya iya,,, Aku kaget nihhh”, ucap Yuri sedikit memaksa.

“Ya, aku bingung mau jawab apa sama dia”, lanjut Sooyoung.

“Ya,  kau suka gak sama dia? Kalau iya, tinggal terima aja”, jawab Yuri.

“Sejujurnya aku tidak mencintainya”, jawab Sooyoung.

“Lalu kau mencintai siapa?”, tanya Yuri.

“Yaaa! Kenapa kau malah bertanya tentang itu?”, tanya Sooyoung.

“Lha? Aku hanya ingin tau saja”, jawab Yuri singkat.

“Hmm,, Kyuhyun,,,”

“Apa? Kau suka dengan Kyuhyun?”, teriak Yuri kaget.

“Ya!!! Jangan teriak-teriak!! Apa maksudmu? Aku belum selesai berbicara”, ucap Sooyoung.

“Oh,, maaf maaf!!”, jawab Yuri sambil menggaruk kepalanya.

“Kyuhyun,,,, ada yang aneh dengan Kyuhyun”, lanjut Sooyoung.

“Aneh? Maksudnya?”, tanya Yuri masih bingung.

“Dia sepertinya membenciku. Dan dia menghiraukan aku begitu saja”, lanjut Sooyoung.

“Itu wajar. Bukankah kalian tidak begitu dekat? Ya wajar saja jika dia cuek sama kau”, jawab Yuri.

“Walaupun kami tidak dekat, biasanya dia yang selalu menyapaku”, lanjut Sooyoung.

“Merasa kehilangan nih? Cieeee”, goda Yuri.

“Bukan itu maksudku. Ya aneh saja dia begitu padaku”, ujar Sooyoung.

“Oh, begitu. Aku tidak ada saran mengenai Kyuhyun. Tapi mengenai Changmin, kau ikuti saja kata hatimu”, jawab Yuri.

“Ya, aku rasa juga begitu”, jawab Sooyoung dengan pasrah.

……………….

Yuri pergi mencari Kyuhyun. Ia melihat Kyuhyun sedang duduk termenung di bangku taman.

“Annyeong Kyuhyun-ssi!!”

“Nde? Yuri?”

“Kenapa kau sendiri saja disini?”, tanya Yuri.

“Hanya meratapi hatiku”, jawab Kyuhyun.

“Kau kenapa? Apa ada masalah?”, tanya Yuri.

“Ya. Kemarin, aku terlambat mencegahnya”, jawab Kyuhyun.

“Maksudmu? Changmin?”, tanya Yuri lagi.

“Ya, aku sudah tidak bisa lagi mencintai Sooyoung”, jawab Kyuhyun.

“Ya, Kyuhyun-ssi!! Kau tidak boleh menyerah. Lagian….”

“Kyuhyun oppa!!!”, seseorang memanggilnya. Ya, jelas banget kalau itu adalah Seohyun.

“Seohyunnie? Ada apa?”, tanya Kyuhyun.

“Aku mencarimu kemana-mana. Ternyata kau disini bersama Yuri”, ucapnya.

“Ah, aku baru saja bersamanya”, jawab Kyuhyun.

“Hari ini kau bisa menemaniku ke toko buku?”, pinta Seohyun.

“Hmmm,, Bisa gak yaaa,,,”, goda Kyuhyun.

“Ya!! Oppa!!”, rengek Seohyun.

“Nde!! Aku temanin deh kamu kesana”, jawab kyuhyun.

“Ok. Kalau gitu ayo kita berangkat”, ajak Seohyun.

“Hm? Sekarang?”, tanya Kyuhyun.

“Yaiyalah. Gak mungkin besok kan? Kajja!!”, ajak Seohyun menarik tangan Kyuhyun.

“oh? Yuri, aku pergi duluan”, pamit Kyuhyun.

………………

Di tempat lain, Sooyoung mengobrol dengan Changmin.

“Terima kasih untuk semuanya. Selama ini, kau selalu ada disaat aku sedang butuh. Tetapi maaf, aku tidak bisa membalas perasaanmu”, ujar Sooyoung.

“oh? Oh, aku mengerti”, Changmin hanya tertunduk.

“Mianhae. Tapi sebagai gantinya, aku akan menemanimu hari ini. Kau ingin kemana?”, ajak Sooyoung.

“Em,, Sooyoung, aku…”, bunyi dering SMS masuk di ponsel Changmin.

 

From: Seohyun

“Bawalah Sooyoung jalan-jalan ke toko buku. Aku akan kesana bersama Kyuhyun”

 

“Apa kau bisa menemaniku ke toko buku?”, tanya Changmin.

“Nde?”

……………….

Kyuhyun dan Seohyun ke toko buku. Disana mereka mencari buku yang dicari Seohyun. Tanpa sengaja Seohyun mengambil buku yang juga dipegang oleh orang lain. Mereka bertemu dengan Sooyoung dan Changmin.

“Ya? Changmin oppa? Wah,, Kalian disini juga?”, tanya Seohyun.

“Wah,, Seohyun dan Kyuhyun juga disini”, ucap changmin.

“Hm? Kau ingin mengambil buku ini, soo?”, tanya Seohyun.

“Ah, iya. Tapi kau juga kan? Ambil saja”, jawab Sooyoung.

“Ani. Kau saja. Oh iya? Kalian udah makan belum? Kita makan dulu yuk di cafe”, ajak Seohyun.

“Bagus juga. Perutku sudah lapar juga”, jawab Changmin terkekeh.

Kyuhyun hanya mengikuti ajakan mereka. Seohyun memilih tempat cafe biasa dia makan bersama Kyuhyun.

“Cafe ini selalu aku kunjungi bersama Kyuhyun oppa. Kalian juga sering kesini ya? Makanannya enak-enak kok”, ucap Seohyun mempromosikan kafe itu layaknya seorang sales *ups*

“Oh, jadi ini tempat langganan kalian berdua?”, tanya Changmin.

“Iya. Oh iya? Kita sampai lupa pesan makanan”, ucap Seohyun.

Seohyun memanggil pelayan dan memesan makanan yang mereka inginkan. Kyuhyun dan Sooyoung seperti biasa terlihat canggung disaat makan bersama.

“Oh iya? Kalian sudah jadian?”, tanya Seohyun.

“Oh? Soal itu…”, ucapan Sooyoung dipotong oleh Changmin.

“Kami sudah jadian”, jawab Changmin sambil memegang bahu Sooyoung. Sooyoung melihat ke arah Changmin. Kyuhyun sudah merasa muak dengan suasana ini.

Pelayan membawa makanan pesanan mereka.

“Hm? Aku dengar, kemarin kau menembaknya?”, tanya Seohyun.

“Ya”, jawab Changmin singkat.

“Changmin-ah,,,,kau… ”, lagi-lagi Sooyoung belum menyelesaikan kalimatnya. Tiba-tiba saja Changmin mencium pipi Sooyoung.

“Wahhhh!! So sweet!! Changmin Oppa romantis banget!!”, puji Seohyun.

Kyuhyun sudah tidak kuat. Ia membanting makanannya di meja itu. Dan bergegas pergi.

“Kyuhyun oppa? Kau mau kemana?”, tanya Seohyun.

“kenapa kyu? Apa kau cemburu?”, ucap Changmin.

Langkah Kyuhyun terhenti. Dia membalikkan badan dan memukul Changmin.

“Yaaa!! Hentikan!!”, Sooyoung mencoba merelai mereka.

“Kyuhyun oppa, sudah! Hentikan!!”, Seohyun juga melerai mereka.

Mereka berhasil memisahkan keduanya. Kyuhyun bersama Seohyun dan Changmin bersama Sooyoung.

“Kenapa? Kau benar-benar cemburu, kan?”, pancing Changmin.

“Sudah, hentikan!! Ada apa denganmu, oppa? Kenapa kau seperti ini?”, Seohyun bersendu lemah.

“Changmin-ah!! Sudah hentikan!! Jangan memulai lagi!!”, pinta Sooyoung.

“Kyuhyun oppa, jika kau tidak suka disini, ayo kita pergi ketempat lain”, Seohyun memegang tangan Kyuhyun, tetapi ditepis oleh Kyuhyun.

Kyuhyun melangkah pergi dari cafe tersebut.

……………….

2 Hari setelah kejadian itu…..

Seohyun menemui Changmin. Seohyun kesal dengan Changmin atas kejadian di cafe waktu itu.

“Kenapa kau bertindak gegabah seperti itu. Bukankah rencana kita untuk memisahkan Kyuhyun dan Sooyoung!!”, ucap Seohyun marah dengan Changmin.

Yuri menguping pembicaraan mereka di balik tembok.

“Sekarang aku tidak ingin hal itu. Aku ingin memberikan yang terbaik untuk Sooyoung”, jawab Changmin.

“Apa? Jadi percuma saja rencana kita selama ini? Bukankah kita sudah berusaha sejak SMA? Dan kau menyia-nyiakannya seperti ini. Tidak berguna!!”, Seohyun pergi meninggalkan Changmin di tempat itu.

Di lain sisi, Yuri menghampiri Changmin.

“Yang kau perbuat itu sudah benar”, ucap yuri.

“Sejak kapan kau ada disitu?’, tanya Changmin.

“Cukup lama. Tapi bukan Kyuhyun atau Sooyoung saja yang tidak peka terhadap perasaan seseorang, kau juga sama dengan mereka”, ujar Yuri.

“Aku? Maksudnya?”, tanya Changmin masih bingung.

“Aihh!! Kenapa kau selalu dekat dengan Sooyoung, sedangkan ada yeoja lain yang juga menyukaimu”, lanjut Yuri.

“he? Siapa? Kau?”, tanya Changmin.

“Kau belum menyadari perasaanku”, ucap Yuri sedih.

“Tidak. Aku sudah menyadari hal itu”, jawab Changmin.

“He? Kapan? Kau baru menyadari sekarang kan?”, tanya Yuri.

“Aku sudah tau sejak kau menyuruhku untuk menyatakan perasaanku ke Sooyoung”, jawab Changmin.

“Lalu?”

“Ya, didalam hatiku, aku merasa kau tidak rela aku bersama Sooyoung. Maka dari itu, aku mengakhirinya seperti ini”, jawab Changmin.

“Oh, begitu. Tapi kau suka tidak padaku?”, tanya Yuri dengan berani.

“Aku suka dengan sikapmu. Karena kau diam-diam menyukaiku”, ucap Changmin.

Yuri tersenyum mendengarnya. Mereka masih melanjutkan pembicaraan mereka.

……………..

Sooyoung masih merenungi kejadian di cafe waktu itu.

soo

“Kenapa kyuhyun marah? Kenapa dia menjadi sensitif? Apa ia benar cemburu? Apa mungkin dia juga mnyukaiku?”, begitu banyak pertanyaan di kepala Sooyoung.

Kyuhyun berjalan menyusuri taman. Sooyoung bisa melihatnya dari tempatnya. Dia beranjak dan menghampiri Kyuhyun.

“Kyuhyun-ssi!”, panggil Sooyoung.

Kyuhyun mengelak, dan berjalan ke arah kiri, namun sooyoung mengikuti langkahnya. Dia berjalan ke arah kanan, Sooyoung juga mengikutinya.

“Apa maumu?”, tanya Kyuhyun.

“Katakan jujur padaku. Apakah kau mencintaiku?”, tanya Sooyoung dengan berani.

Kyuhyun hanya diam.

“Ayo, jawab!!”, pinta Sooyoung.

“Yaa!! Aku mencintaimu!!”, ucap Kyuhyun keras.

Kyuhyun melangkahkan kakinya dan menepis Sooyoung dari hadapannya. Sooyoung mengejar Kyuhyun dan memeluknya dari belakang.

“Kenapa kau tidak mengatakannya dari awal? Kenapa? Aku sudah lama menunggunya”, ucap Sooyoung memeluk Kyuhyun.

“Aku ada di saat itu. Saat Changmin menembakmu. Tapi hatiku sangat sakit saat melihatmu berpelukan dengannya”, ujar Kyuhyun.

“Kau ada disana? Apa kau berpikir aku menerimanya? Aku dan Changmin tidak pacaran”, jawab Sooyoung.

“Mwo? Jadi aku salah paham? Maafkan aku, soo”, ujar Kyuhyun.

“Nde. Mengenai masa SMA yang ingin aku ceritakan adalah masalah ini. Aku sudah menyukaimu sejak SMP. Tidak, mungkin sejak kita masih kecil”, ucap Sooyoung.

“Rahasia saat SMA itu apa?”, tanya Kyuhyun.

“Aku pernah memasukkan surat cinta untukmu di lokermu. Tapi surat itu disobek oleh seohyun. Saat itu kau sangat dekat dengan seohyun, jadi aku tidak begitu memperdulikannya”, jawab Sooyoung.

Kyuhyun memeluk Sooyoung mencium keningnya.

“Mianhae, Sooyoungie. Saranghaeyo~”, ucap Kyuhyun.

“Nado Saranghae~~”, jawab sooyoung.

Changmin dan Yuri memberi tepuk tangan yang meriah untuk mereka.

“Wah wah,,,, Akhirnya kalian jadian juga!!”, ucap Yuri senang.

“Dan Seohyun si pengganggu itu akan pergi meninggalkan Korea. Dia akan pindah ke New York”, Changmin ikut meriahkan.

“Mwo? Itu lebih bagus. Jadinya Sooyoung tidak diganggu olehnya lagi”, ucap kyuhyun sambil merangkul Sooyoung.

Changmin juga menggandeng tangan Yuri. Jadinya mereka sekarang mempunyai pasangan masing-masing.

 

THE END

—————

Gimana???
Akhirnya FF ini tamat juga…
Ide author terlalu banyak, jadi agak aneh jalur ceritanya..

Mian yaaa…

Oh ya, tolong di comment ya readerss,,, no siders, ok😉

16 comments on “Destiny of Love Part 4 (Ending)

  • Happy ending deh …
    Untung aj gk ad seo yg ganggu hubungan Kyuyoung pas mw jadian jadi akhirnya mreka pacaran deh.
    Dan soala rahasia waktu SMA sdah terungkap

  • Tinggalkan Balasan

    Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

    Logo WordPress.com

    You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

    Gambar Twitter

    You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

    Foto Facebook

    You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

    Foto Google+

    You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

    Connecting to %s

    %d blogger menyukai ini: